Langsung ke konten utama

Diam dan Fikirkan..

Terdiam, ketika teringat terlalu banyak kata yang seharusnya tidak perlu diucapkan. Terlalu banyak perasaan yang diungkapkan, namun sejatinya tidak penting untuk orang lain dengar. Bisakah kau belajar dari teman-teman dekatmu yang lebih banyak diam namun karyanya bersuara ? Bukan karena tidak pandai berbicara namun karena baginya diam lebih bermakna daripada untaian kata yang terucap.

Berfikir, sudahkah hari ini berfikir tentang hikmah hidup yang sedang kau jalani ? Hey manusia, mengapa kau begitu malas untuk berfikir tentang ke-Agungan ciptaan-Nya ? Justru, seringnya kau memikirkan hal-hal sepele yang anehnya menjadi besar di era modern ini ? Sejatinya itu sepele, sangat sepele. Kau lupa banyak hal-hal besar yang seharusnya kau pikirkan untuk Agamamu dan Negaramu. Tidakkah kau berfikir ?

Ustadz Budi Ashari berkata, "Jika kau ingin menjadi orang besar maka fikirkan masalah yang besar pula, jika kau sakit hati hanya karena chatting WA mu tidak dibalas, bagaimana mau menjadi orang besar ?" Allaah, jadikan yang terucap dari lisan ini hanyalah yang baik. Allaah, tolong jaga hati ini hanya untuk hal yang bermanfaat bagi diri ini dan orang lain. Allaah, tolong jadikan kesederhanaan adalah gaya hidup yang didamba.

Begitu banyak orang-orang di sekitar kita yang seringnya tidak tampak di khalayak umum namun jika mulai bersuara tidak ada yang dapat mengalihkan pandangan mata siapapun selain melihatnya. Terlihat diam namun begitu banyak makna dalam dirinya. Jika bertanya pada orang-orang seperti mereka tentang kehidupan yang mereka jalani, jawaban mereka tidak lebih menarik dari jawaban orang awam namun sejatinya mereka sudah berada di anak tangga paling tinggi sedangkan orang yang bertanya tersebut justru masih di anak tangga paling bawah. Bisakah kau membayangkannya ?

"Tiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf : 18)
"Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allaah) bagi kaum yang berfikir." (QS. Al-Jatsiyah : 13)


Komentar

  1. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Nelayan Melaut pada Malam Hari ?

Ketika malam hari angin bertiup dari darat ke laut (angin darat). Sedangkan pada siang hari  angin bertiup dari laut ke darat (angin laut). Mengapa angin bertiup seperti itu ? Angin terjadi karena ada perbedaan tekanan udara antara dua daerah. Tekanan berbeda-beda karena adanya suhu. Suhu tinggi (panas) maka tekanannya rendah, karena ketika panas, udaranya memuai (renggang). Sedangkan suhu rendah (dingin) maka tekanannya tinggi, karena ketika dingin, udaranya menyusut (rapat). Jadi suhu berbanding terbalik dengan tekanan. Pada siang hari terjadi angin laut, artinya suhu di laut rendah (dingin=rapat), suhu di darat tinggi (panas=renggang). Jadi pada siang hari angin tertiup dari laut ke darat atau dari suhu yang rapat ke suhu yang renggang atau dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Mengapa di siang hari, suhu di laut dingin dan suhu di darat panas ? Karena suatu zat memiliki kalor (energi panas). Daratan merupakan zat yang memiliki kalor yang kecil. Kalor kecil a...

Kedatangannya Diharapkan, Kepergiannya Dirindukan

Bismillah... Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat hingga detik ini. Pernah mendengar bahwa sifat seorang teman adalah cerminan dari sifat kita sendiri. Mungkin yang harus digarisbawahi adalah teman itu adalah teman dekat. Karena, menurut saya pribadi, teman yang hanya sekedar menyapa ketika bertemu. Apalagi hanya mengenal namanya saja. Tak akan mempengaruhi sifat kita. Kembali pada persoalan awal. Apa yang menjadi karakter teman kita bisa jadi akan menjadi karakter diri kita juga. Mengapa saya bilang “bisa jadi”, karena saya bukanlah spikolog yang ahli dalam bidang ini. Ini adalah opini saya yang diperoleh dari bacaan yang saya baca maupun dari pengalaman saya. Ya, saya sendiri pun merasakannya. Saya dekat dengan teman-teman yang memiliki cita-cita tinggi. Mereka memiliki tujuan yang jelas. Salah satu cita-cita yang sering mereka sebut adalah ingin kuliah di luar negeri. Karena saking seringnya saya mendengar semangat mereka dengan cita-ci...

Harta Qarun dan Warisan Sulaiman

Berkaca pada kisah Sulaiman 'Alaihissalam dan Fir'aun... Dari mereka kita tahu, kesombongan tak pernah berasal dari kelebihan yang dimiliki. Melainkan jiwa yang kerdil dan wawasan yang sempit. "Ini semata adalah karunia dari Rabbku, untuk menguji aku apakah aku akan bersyukur, atau justru kufur. Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia tak lain bersyukur bagi kebaikan dirinya. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia." (Q.s. An-Naml 27:40) Sulaiman mewariskan kesyukuran, kesadaran dan kewaspadaan. Syukur untuk mensujudkan diri pada Sang Pencipta di setiap nikmat, yang kebaikannya kan kembali pada diri. Sadar bahwa segala yang dimilikinya tanpa kecuali semata-mata hanyalah karunia. Dan waspada bahwa setiap karunia itu hakikatnya ujian yang akan memperlihatkan keseharian dirinya ; sebagai hamba yang bersyukur ataukah hamba yang kufur. Ukuran kecintaan Allah kepada hambanya bukan dilihat dari banyak sedikitnya harta ...